in

Emak-emak Awet Muda Dikira Pacar Anaknya Viral, Nyaris Dihujat Netizen

Petir.co – Ibu-ibu berwajah awet muda ini viral setelah fotonya diunggah anak laki-lakinya ke Twitter. Netizen awalnya menduga pria tersebut berpose mesra dengan pacarnya.

Pada 16 April 2020, akun Twitter pria asal Malaysia, @affadanial93 mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya berpose mesra dengan seorang wanita berhijab. Wanita yang memakai dress ungu itu bergaya dengan bersandar di dadanya.

“HAPPY BIRTHDAY MAMA love you so much,” begitu dia menulis di keterangan foto yang diunggahnya.

Jika tak melihat caption foto, orang mengira pemilik akun Twitter bernama Affa itu berpose dengan pacarnya. Pasalnya wanita dalam foto tersebut masih tampak muda, tak terlihat bahwa dia adalah ibu dari seorang anak yang tumbuh dewasa.

Foto Affa dan ibunya yang cantik nan awet muda itu pun viral. Hingga kini unggahannya yang menampilkan foto ibunya tersebut sudah lebih dari 1.900 kali di-retweet dan diserbu komentar.

Sebagian netizen takjub dengan penampilan sang mama yang tampak masih seumuran dengan Affa. Tak sedikit dari mereka yang mengatakan sang mama tampak seperti pacarnya atau saudari perempuannya.

Ibu muda viral dikira pacar anaknyaIbu muda viral dikira pacar anaknya Foto: Twitter @affadanial93

“Seriuslah ini mama kau? Muda gile,” tulis netizen. “i thought she is yr wife hahahah skali mama,” tulis netizen lainnya.

Netizen lain yang penasaran pun bertanya pada Affa berapa usia mamanya. Dan Affa mengatakan ibunya saat ini berusia 40 tahun. Selain dia, sang ibu juga sudah melahirkan dua adik perempuannya.

Advertisement

Ada juga netizen yang mengaku nyaris saja mau mengecam Affa dan mamanya karena berpose terlalu mesra padahal pacaran. Namun saat membaca caption, kecaman itu berbuah jadi pujian pada sang mama.

Sumber: Wolipop

Advertisement

What do you think?

Written by petir.co

Asyik! Google dan Kemendikbud Bagi-bagi Paket Data Internet Gratis untuk Guru

Jokowi Dikabarkan Siap Pindah Jadi Warga Negara Singapura Jika Lengser, Ini Tanggapan Gibran dan Kaesang