in

Kabar Gembira, 84% Pasien COVID-19 Di Dunia Dikonfirmasi Sembuh

Petir.co – Sebanyak lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia telah melaporkan adanya kasus infeksi dan kematian akibat virus corona (COVID-19). Kendati demikian, angka kesembuhan dari pasien COVID-19 secara global cukup tinggi.

Seperti dikutip dari data worldometers.info, sebanyak 1,533,831 pasien COVID-19 di dunia dinyatakan telah sembuh. Jika dibandingkan jumlah kasus nonaktif yang mencapai 1,790,313 kasus, maka persentase kesembuhan pasien COVID-19 ini mencapai 84 persen.

Dari jumlah kasus nonaktif, jumlah kematian menurun menjadi 16 persen atau 287,513 jiwa. Sementara kasus aktif atau yang masih dalam penanganan rumah sakit maupun isolasi mandiri tercatat sebanyak 2,419,834. Dengan rincian 98 persen atau 2,372,756 orang dalam kondisi sedang, dan 2 persen atau 47,078 pasien dalam kondisi serius dan kritis.

Jumlah total kasus aktif dan nonaktif di dunia kini menembus 4,269,200. Setelah muncul pertama kali di Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok, virus corona menyebar ke 212 wilayah dan negara di seluruh dunia. Data ini mungkin hanya mencerminkan sebagian kecil dari jumlah sebenarnya dari kasus infeksi dan kematian, sebab banyak negara hanya menguji kasus yang paling serius.

Berdasarkan data statistik, Amerika Serikat (AS) masih menempati posisi pertama sebagai negara dengan kasus infeksi dan kematian dari COVID-19 tertinggi di dunia. Negara yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump tersebut kini mencatat 1,368,036 kasus corona. Sedangkan korban meninggal dunia di AS juga menjadi yang paling tinggi di dunia dengan angka 81,795. Donald Trump sendiri memprediksi bahwa angka kematian mencapai 100 ribu orang.

Sedangkan Spanyol berada di posisi kedua dengan jumlah kasus mencapai 268,143 dan kematian sebanyak 26,744 jiwa. Kemudian disusul oleh Rusia yang kini mencatatkan sekitar 232,243 kasus, serta 2,116 kematian yang dikonfirmasi. Sementara negara-negara lain yang turut mencatatkan kasus COVID-19 tertinggi di antaranya adalah Inggris, Italia, Prancis, serta Jerman.

Advertisement

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengimbau pada seluruh masyarakat dunia untuk tetap berhati-hati terhadap virus ini hingga vaksinnya ditemukan. Tedros Adhanom Ghebreyesus bahkan mengklaim bahwa virus ini masih akan bertahan lama dan tak bisa berakhir dalam waktu dekat. “Jangan salah. Kita masih harus menempuh jalan panjang. Virus ini akan bersama kita untuk waktu yang lama,” ujarnya pada bulan April lalu.

Hal tersebut lantaran sebagian besar negara di dunia masih berada dalam tahap awal pandemi, sementara beberapa negara lainnya mulai bangkit dari wabah ini. “Sebagian besar negara masih dalam tahap awal dan beberapa yang terdampak awal pandemi mulai melihat kebangkitan dalam kasus-kasus,” tuturnya.

Sumber: WowKeren

Advertisement

What do you think?

Written by petir.co

Wabah Baru Covid-19, Wuhan Akan Uji 11 Juta Warganya

Asyik! Google dan Kemendikbud Bagi-bagi Paket Data Internet Gratis untuk Guru