in

Pengunjung Pasar Berani-beraninya Mau Sogok Bupati Demi Hindari Rapid Test

Petir.co – Pemkab Cianjur, Jawa Barat, melakukan tes cepat terhadap 30 pengunjung Pasar Induk Pasirhayam yang tidak mematuhi ketentuan jaga jarak terkait dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, Senin.

Berbagai dalih terlontar dari warga yang hendak berbelanja ketika diminta melakukan tes cepat tersebut. Bahkan, seorang ibu rumah tangga yang takut dengan jarum, berusaha menyogok dengan membayar uang kepada Pelaksana Tugas Bupati Cianjur Herman Suherman yang memimpin langsung kegiatan di tengah pasar tersebut menjelang sore.

“Saya lebih baik bayar saja Pak karena saya takut jarum. Kalaupun saya berani takutnya nanti hasilnya dibilang positif sama perawatnya. Saya tahu saya melanggar, saya bayar denda saja Pak,” kata Adah (54), warga Kecamatan Gekbrong saat diminta melakukan res cepat oleh petugas.

Adah tidak menyangka orang yang hendak disogok dengan pembayaran uang itu, adalah Bupati Cianjur. Bupati Herman yang mendapati hal tersebut sempat tersenyum sambil menghampiri ibu tersebut dan menjelaskan pentingnya tes cepat untuk mengetahui kondisi kesehatan warga agar terhindar dari virus berbahaya.

Setelah mendapat penjelasan itu, barulah Adah berani melakukan tes cepat.

“Sebagian besar warga dan pedagang yang melakukan tes cepat hasilnya negatif. Sekitar 30 orang kita lakukan tes cepat dan pengecekan suhu tubuh. Mereka kami anjurkan untuk mematuhi larangan tidak keluar rumah selama PSBB karena belanja sekarang cukup lewat ‘online’ (daring),” kata Herman.

Advertisement

Sumber: Wartaekonomi

Advertisement

What do you think?

Written by petir.co

Spanduk #DiRumahAja (Wartaekonomi)

Soal Corona, Ada Kabari Baik dari Yogya, Klik Yuk…

Bansos Singkap Hubungan Tak Harmonis Pusat-Daerah